Sabtu, 22 Desember 2018


Perfume: The Story of The Murderer
Sutradara: Tom Tywker
Produser:  Bernd Eichinger
Penulis Naskah: Andrew Birkin, Tom Tywker, Bern Eichinger, Patrick Süskind
Produksi: Dreamworks
Rilis: 14 September 2006
Pemain: Ben Wishaw, Alan Rickman, Sara Forestier
Durasi: 147 menit
Diadaptasi dari buku yang berjudul sama, karya Patrick Süskind.

Film yang menceritakan seorang ahli parfum bernama Jean-Baptiste Grenouille yang membunuh 12 wanita untuk meracik sebuah parfum.



Cerita bermula di abad ke-18, di salah satu tempat di Paris yang paling bau dan kumuh, yaitu: pasar ikan, di sanalah Jean-Baptiste Greonouille lahir. Ibunya menjual ikan di sana, dengan kondisi ekonomi yang sangat buruk, Jean-Baptiste seharusnya berakhir sama seperti saudaranya yang lain (terbuang di tempat sampah bersama kepala dan jeroan ikan lainnya) tapi, Jean-Baptiste memilih untuk tidak seperti saudaranya yang lain, tangisan pertama yang keluar dari mulut Jean-Baptiste menghantarkan ibunya berakhir di tiang gantungan.


Dengan surat resmi pemerintah, Jean-Baptiste kecil diutus ke sebuah panti asuhan. Jean-Baptiste dianugerahi sebuah hidung yang istimewa, membuatnya tumbuh tidak normal seperti anak lainnya, di usianya yang menginjak 5 tahun, ia belum bisa berbicara. Anak-anak di panti asuhan merasakan ke-tidak-normal-an Jean-Baptiste, mereka merasa terintimidasi karena Jean-Baptiste yang bisa mencium apapun; termasuk mencium aroma belatung yang ada di dalama tubuh bangkai tikus. Seiring berjalannya waktu, Jean-Baptiste muda mulai dapat berbicara, banyak kata yang tidak mudah diungkapkan oleh bibirnya, berlawanan dengan hidungnya yang dapat mencium aroma apapun. Namun saat semakin penuh anak di panti asuhan karena banyak anak yatim-piatu akibat perang, pemilik panti asuhan memutuskan untuk menjual Jean-Baptiste muda ke sebuah pabrik kulit untuk bekerja. Malang, nasib pemilik panti asuhan tidak baik karena niat buruknya menjual Jean-Baptiste, ia dirampok setelah menerima uang hasil penjualan, lalu dibunuh oleh perampok tersebut.



Kemudian setelah mengenal kota dan menemukan aroma-aroma baru, Jean-Baptiste bertemu dengan Baldini, si ahli parfum yang memiliki toko di kota, dengan iming-iming mengajari Jean-Baptiste cara membuat parfum dan tatanannya, Baldini mengambil keuntungan dari Jean-Baptiste yang dapat membuat parfum dengan amatirnya, namun menghasilkan aroma yang ajaib—yang dapat dijual ke pasaran. Seperti pemilik panti asuhan dengan niat buruknya, Baldini yang tokonya berada di atas jembatan ambruk saat mengirim Jean-Baptiste bekerja di kota Greasse. Semua catatan-catatan parfum yang Jean-Baptiste buat untuk Baldini lenyap selama-lamanya bersama tubuhnya sendiri.

"Apa yang bisa mengunci sebuah aroma?"
"Tidak ada satupun, bahkan manusia sendiri tidak ada yang tahu."
Sebuah percakapan yang menumbuhkan rasa penasaran Jean-Baptiste saat melihat gadis cantik berrambut merah yang berjualan buah keliling—yang tak sengaja ia bunuh karena aroma tubuhnya yang membuat Jean-Baptiste memulai eksperiman penguncian aroma dengan membunuh gadis-gadis lainnya karena aroma tubuh gadis penjual buah itu memabukkan dan tak dapat ia lupakan seumur hidupnya.

Tragedi yang menjadi celah untuk Jean-Baptiste mengumpulkan 12 jiwa dengan aroma khasnya masing-masing, demi menciptakan sebuah wangi yang tak akan pernah manusia lupakan. Film yang tidak mudah ditebak alur ceritanya, membagikan misteri bagi penontonnya dengan nuansa Perancis di abad ke-18, yang mengulik perjalan hidup Sang Ahli Parfum, Jean-Baptiste Grenouille, sejarah ahli parfum yang dirahasiakan dan namanya tak pernah disebut lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Perfume: The Story of The Murderer Sutradara: Tom Tywker Produser:  Bernd Eichinger Penulis Naskah: Andrew Birkin, Tom Tywker, Bern Ei...